Bank Dunia: Kerangka Audit dan Akuntansi Indonesia Meningkat
Penulis : Ester Meryana | Senin, 14 November 2011 |
11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam laporan Bank Dunia
disebutkan, kerangka akuntansi dan audit Indonesia telah meningkat secara
signifikan dalam lima tahun terakhir. Ditetapkannya Undang-undang Akuntan
Publik pada tahun ini turut berperan dalam peningkatan itu.
Demikian isi laporan Ketaatan Kode dan Standar yang
diluncurkan hari ini, Senin (14/11/2011 ), dan disampaikan oleh Regional
Manager, Financial Management, Kawasan Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia, Samia
Msadek, di Jakarta.
Manurut laporan tersebut, standar akuntansi aasional
yang jumlahnya kian besar telah selaras dengan standar-standar pelaporan
keuangan internasional. Sekalipun demikian, tetap ada sejumlah rekomendasi yang
disarankan lembaga ini untuk meningkatkan infrastruktur audit dan akuntansi.
Beberapa rekomendasi yakni pembaruan kerangka kebijakan, penyelarasan
sepenuhnya dengan standar audit dan akuntansi internasional, hingga membangun
kapasitas Ikatan Akuntansi Indonesia dan Institut Akuntan Publik Indonesia.
"Rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat digunakan
untuk menyiapkan suatu rencana aksi negara yang komprehensif, yang bertujuan
makin memperkuat kerangka kelembagaan audit dan akuntansi," ujar Samia.
Sekalipun begitu, lanjut dia, pengembangan berikutnya
jangan sampai mengganggu kemajuan yang telah dicapai oleh kerangka yang telah
ada.
Samia pun menambahkan, dalam penerapan rekomendasi
tersebut sebaiknya ada kolaborasi di antara badan-badan pengatur sektor
keuangan, profesi akuntansi, dan mitra-mitra pembangunan internasional.
Menurut Bank Dunia, semakin selarasnya standar audit
dan pelaporan finansial Indonesia dengan standar internasional, akan membantu
investor asing dalam memperoleh laporan keuangan yang kokoh dari perusahaan
Indonesia. Dengan begitu, iklim investasi di Indonesia pun akan meningkat.
Editor :
Erlangga Djumena
Opini:
Pada artikel diatas, saya sangat setuju apabila
pelaporan keuangan di Indonesia menerapkan standar akuntansi internasional. Hal
ini dapat membantu Indonesia dalam berkembangnya kerangka audit dan akuntansi
seperti negara-negara yang sudah maju. Selain itu, investor asing juga dapat
membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam berinvestasi. Untuk
menjalankan standar internasional tersebut dengan lancar sebaiknya badan-badan pengatur sektor keuangan, profesi
akuntansi, dan mitra-mitra pembangunan internasional harus mempelajari tentang standar akuntansi
internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar