Artikel 1
TEGAL, KOMPAS.com - Sekitar 15.077 keluarga miskin di Kota Tegal, Jawa Tengah, menerima bantuan beras gratis dari pemerintah kota setempat.
Penyaluran beras berlangsung sejak Senin (19/12/2011) hingga Kamis (22/12/2011), namun penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya dilaksanakan pada Rabu (21/12/2011) ini di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Setiap keluarga mendapat 10 kilogram beras, sehingga keseluruhan beras yang disalurkan sebanyak 150.770 kilogram (150,77 ton).
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Tegal, Sumito, mengatakan, bantuan itu merupakan bantuan tahap ketiga untuk tahun 2011.
Bantuan beras gratis tahap pertama diserahkan pada Maret lalu, sedangkan bantuan tahap kedua diserahkan pada Agustus.
Menurut Sumito, penyerahan bantuan dimaksudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin di wilayah tersebut. Diharapkan pada 2012, jumlah masyarakat miskin di Kota Tegal bisa berkurang.
"Tahun 2010, jumlah keluarga miskin sekitar 16.011 keluarga, sedangkan tahun 2011 sekitar 15.077 keluarga. Tahun depan harapannya berkurang," ujarnya.
Penyaluran beras gratis, lanjut Sumito, juga dimaksukan untuk membantu mengendalikan harga bahan pangan, khususnya beras. Hal itu dilakukan, karena menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2012, harga bahan pangan biasanya naik.
Kasni (70), warga penerima bantuan beras gratis dari Kelurahan Kalinyamat Wetan, mengaku senang mendapat beras gratis. Bantuan itu sangat berharga bagi dia yang sudah tidak memiliki pekerjaan tetap. Terlebih saat ini, harga beras di pasaran mahal, sekitar Rp 8.500 per kilogram.
Komentar :
Menurut pendapat saya, pada penulisan artikel diatas masih terdapat kesalahan. Misalnya, “Kota” seharusnya ditulis “kota”, yaitu tidak menggunakan huruf kapital. Lalu “pada 2012”, seharusnya ditulis “pada tahun 2012”. Tetapi, untuk selebihnya artikel diatas sudah sangat baik dan bisa dipahami oleh para pembaca.
Arikel 2
Bogor, Warta Kota
Menjelang perayaan Natal, ancaman berupa teror yang dilakukan sejumlah pelaku mulai terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Salah satu bentuk ancaman adalah berupa telepon gelap terhadap beberapa gereja di wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Hal ini diungkapkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Putut Eko Bayuseno saat ditanya kesiapan pengamanan menjelang Natal di wilayah Jawa Barat. Putut mengatakan, penelepon gelap mengancam akan meledakkan gereja di Cirebon.
"Sudah ada ancaman berupa teror dari penelepon gelap yang ditujukan ke sejumlah gereja di daerah Cirebon," ujar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno usai menghadiri apel akbar Babinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa se-Jawa Barat di Hotel Brajamustika, Kota Bogor, Rabu (21/12).
Terkait mulai munculnya ancaman tersebut, Putut mengatakan, sudah memerintahkan jajaran Polres Cirebon untuk melakukan penyelidikan. Selain itu, untuk mengamankan jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, Polda Jabar mengerahkan sebanyak 12.600 personil gabungan.
Kepada wartawan, orang nomor satu di Polda Jabar ini menegaskan akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Jawa Barat. Karena itu, ribuan personilnya akan dikerahkan ke seluruh gereja yang ada di Jawa Barat.
"Itu dilakukan untuk menjamin umat Kristiani melaksanakan perayaan misa Natal di gereja di wilayah masing-masing," katanya. Langkah antisipasi terkait munculnya ancaman teror itu, pihaknya langsung menurunkan tim penjinak bom ke lokasi yang diancam bom. Hasil penyisiran di lokasi gereja, tidak ditemukan benda mencurigakan.
“Personil saya nanti ditambah dari TNI, akan menyebar disemua Gereja dan pusat keramaian serta rekreasi. Jumlah ini akan ditambah dari Satpol PP, DLLAJ dan Ormas serta Satgas," tukasnya.
Selain itu, para tokoh agama juga dilibatkan dalam pengamanan jalannya misa Natal.
Saat ditanya pengamanan di Gereja GKI Yasmin Bogor yang saat ini masih bermasalah, Putut menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pengamanan sesuai protap yang sudah ditetapkan. Untuk keperluan pengamanan di GKI Yasmin, akan diterjunkan sebanyak 700 personil gabungan Polres Bogor Kota dan Brimob.
“Pengamanan dilakukan seperti biasa," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bagian Harian Pengamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Imam Sujarwo mengatakan, apel akbar yang diikuti ribuan anggota Babinkamtibmas dan Babinsa se Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara TNI dan Polri dalam mencegah terjadinya kerawanan di wilayahnya masing-masing. (Soewidia Henaldi)
Komentar :
Menurut saya, untuk penulisan artikel diatas sudah sangat baik, mudah dipahami dan tidak ada kata-kata yang kurang tepat, namun penulisannya bertele-tele.
Perbedaan Artikel 1 dan Artikel 2 :
Dalam hal penulisan artikel yang sesuai dengan EYD, pemahaman isi dari artikel untuk pembaca tidak berpengaruh pada harga koran. Karena terlihat bahwa penulisan artikel yang harganya lebih murah masih baik.
Sumber : www.kompas.com
www.wartakota.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar